Bupati Resmikan Gedung Layanan Perpustakaan Umum “Grha Pustaka Sukoharjo”
SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Umum “Grha Pustaka Sukoharjo, Selasa (31/3/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo, Sekda, Abdul Haris Widodo, dan segenap pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.
Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, perpustakaan merupakan institusi penting yang menjadi jantung dari budaya literasi dan pendidikan di Indonesia. Perpustakaan adalah sumber ilmu pengetahuan, pusat inovasi dan kreativitas, serta wahana untuk memperkuat karakter bangsa melalui literasi dan budaya membaca.
“Dengan keberadaan perpustakaan yang modern dan lengkap, kita berharap mampu mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, membangun masyarakat yang cerdas, berilmu pengetahuan, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Menurut Bupati, Peresmian Gedung Grha Pustaka Sukoharjo ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan panjang pengembangan layanan perpustakaan dan kearsipan di Kabupaten Sukoharjo. Secara historis, perjalanan ini dimulai sejak tahun 1987 dengan berdirinya Perpustakaan Umum Kabupaten Sukoharjo. Kelembagaan tersebut terus berkembang, bertransformasi, dan menyesuaikan regulasi hingga pada tahun 2017 resmi menjadi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sukoharjo, yang diperkuat kembali melalui Peraturan Bupati Tahun 2022.
Selama bertahun-tahun, layanan perpustakaan yang berada di gedung lama di kawasan Proliman Sukoharjo, tepatnya di Jalan Slamet Riyadi Nomor 17, yang merupakan bekas Kantor Penerangan era 1980-an dengan luas sekitar 1.000 meter persegi. Gedung tersebut telah menjadi saksi tumbuhnya semangat literasi masyarakat, namun dengan segala keterbatasannya, belum mampu menjawab kebutuhan layanan perpustakaan modern.
“Oleh karena itu, Pemkab Sukoharjo melakukan transformasi melalui pembangunan Gedung Graha Pustaka Sukoharjo dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia,” kata Bupati.
Gedung perpustakaan tersebut dibangun dengan nilai kontrak Rp8.457.071.480, yang mencakup Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Umum, Pengadaan Perabot Layanan Perpustakaan; dan Pengadaan Bahan Perpustakaan dalam bentuk cetak dan/atau digital.

“Tidak hanya itu, pada tahun 2026 ini juga diberikan dukungan DAK Non Fisik sebesar Rp500.000.000 untuk penguatan program literasi. Kami berharap, ke depan pada Tahun 2027, dukungan DAK Non Fisik ini dapat terus berlanjut dan bahkan meningkat, guna memperkuat program peningkatan literasi masyarakat di Kabupaten Sukoharjo,” paparnya.
Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, sekolah, komunitas, pegiat literasi, hingga masyarakat luas—untuk bersama-sama memanfaatkan dan menghidupkan perpustakaan ini sebagai pusat peradaban. Ia berharap perpustakaan sebagai rumah kedua, tempat berkumpulnya para pencinta ilmu pengetahuan dan inovasi.
“Bersama-sama kita tingkatkan budaya membaca dan belajar, agar kita dapat bersaing secara global dan mampu menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.
Dakan kesempatan yang sama, Bupati menyerahkansertifikat akreditasi perpustakaan kepada perpustakaan-perpustakaan yang telah memenuhi standar nasional dan memperoleh pengakuan resmi dari tim akreditasi. Kemudian Sertifikat Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA).
PISA merupakan inovasi layanan informasi yang bertujuan untuk memberikan akses yang lebih luas dan mudah kepada anak-anak dan keluarga dalam memperoleh informasi yang bermanfaat serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain itu, juga dilaksanakan penyerahan bantuan stimulan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat inklusi sosial dan memperluas manfaat literasi di berbagai kalangan, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam menikmati manfaat pembangunan ilmu pengetahuan dan budaya. (*)
The post Bupati Resmikan Gedung Layanan Perpustakaan Umum “Grha Pustaka Sukoharjo” appeared first on Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Sukoharjo.


Leave a Comment